Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label sejarah tabel periodik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah tabel periodik. Tampilkan semua postingan

sejarah lambang unsur kimia

Unsur kimia, atau hanya disebut unsur, adalah zat kimia yang tak dapat dibagi lagi menjadi zat yang lebih kecil, atau tak dapat diubah menjadi zat kimia lain dengan menggunakan metode kimia biasa. Partikel terkecil dari unsur adalah atom. Sebuah atom terdiri atas inti atom (nukleus) dan dikelilingi oleh elektron. Inti atom terdiri atas sejumlah proton dan neutron. Hingga saat ini diketahui terdapat 116 unsur di dunia.

Daftar unsur dapat dinyatakan berdasarkan nama, simbol, atau nomor atom. Dalam tabel periodik, disajikan pula pengelompokan unsur-unsur yang memiliki sifat-sifat kimia yang sama.

Penamaan unsur telah jauh sebelum adanya teori atom suatu zat, meski pada waktu itu belum diketahui mana yang merupakan unsur, dan mana yang merupakan senyawa. Ketika teori atom berkembang, nama-nama unsur yang telah digunakan pada masa lampau tetap dipakai. Misalnya, unsur “cuprum” dalam Bahasa Inggris dikenal dengan copper, dan dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan istilah tembaga. Contoh lain, dalam Bahasa Jerman “Wasserstoff” berarti “hidrogen”, dan “Sauerstoff” berarti “oksigen”.

Nama resmi dari unsur kimia ditentukan oleh organisasi IUPAC. Menurut IUPAC, nama unsur tidak diawali dengan huruf kapital, kecuali berada di awal kalimat. Dalam paruh akhir abad ke-20, banyak laboratorium mampu menciptakan unsur baru yang memiliki tingkat peluruhan cukup tinggi untuk dijual atau disimpan. Nama-nama unsur baru ini ditetapkan pula oleh IUPAC, dan umumnya mengadopsi nama yang dipilih oleh penemu unsur tersebut. Hal ini dapat menimbulkan kontroversi grup riset mana yang asli menemukan unsur tersebut, dan penundaan penamaan unsur dalam waktu yang lama (lihat kontroversi penamaan unsur).

Sebelum kimia menjadi bidang ilmu, ahli alkemi telah menentukan simbol-simbol baik untuk logam maupun senyawa umum lainnya. Mereka menggunakan singkatan dalam diagram atau prosedur; dan tanpa konsep mengenai suatu atom bergabung untuk membentuk molekul. Dengan perkembangan teori zat, John Dalton memperkenalkan simbol-simbol yang lebih sederhana, didasarkan oleh lingkaran, yang digunakan untuk menggambarkan molekul.

Sistem yang saat ini digunakan diperkenalkan oleh Berzelius. Dalam sistem tipografi tersebut, simbol kimia yang digunakan adalah singkatan dari nama Latin (karena waktu itu Bahasa Latin merupakan bahasa sains); misalnya Fe adalah simbol untuk unsur ferrum (besi), Cu adalah simbol untuk unsur cuprum (tembaga), Hg adalah simbol untuk unsur hydrargyrum (raksa), dan sebagainya.

Simbol kimia digunakan secara internasional, meski nama-nama unsur diterjemahkan antarbahasa. Huruf pertama simbol kimia ditulis dalam huruf kapital, sedangkan huruf selanjutnya (jika ada) ditulis dalam huruf kecil.

· Unsur kimia yang berasal dari nama orang.

bohrium (Bh, 107) - Niels Bohr
kurium (Cm, 96) - Pierre dan Marie Curie
einsteinium (Es, 99) - Albert Einstein
fermium (Fm, 100) - Enrico Fermi
galium (Ga, 31) - meskipun dinamai setelah gallia (Bahasa Latin untuk Perancis), penemu logam ini Lecoq de Boisbaudran merujuk pada namanya. lecoq (ayam jantan) dalam Bahasa Latin adalah gallus.
hahnium (105) - Otto Hahn. Nama unsur ini ditolak oleh IUPAC. Lihat Kontroversi penamaan unsur kimia
lawrencium (Lr, 103) - Ernest Lawrence
meitnerium (Mt, 109) - Lise Meitner
mendelevium (Md, 101) - Dmitri Mendeleev
nobelium (No, 102) - Alfred Nobel
roentgenium (Rg, 111) - Wilhelm Roentgen
rutherfordium (Rf, 104) - Ernest Rutherford
seaborgium (Sg, 106) - Glenn T. Seaborg
Berasal dari karakter mitos

niobium (Nb, 41) - Niobe, tokoh perempuan dalam mitologi Yunani
prometium (Pm, 61) - Prometheus, Titan dalam mitologi Yunani
tantalum (Ta, 73) - Tantalus, dari mitologi Yunani
torium (Th, 90) - Thor, dari mitologi bangsa Norwergia
titanium (Ti, 22) - Titan, dari mitologi Yunani
vanadium (Va, 23) - Vanadis (Freya), dari mitologi Skandinavia

Banyak unsur kimia yang dinamai setelah nama obyek astronomis, dimana berasal dari mitos Yunani atau Romawi. Lihat Unsur kimia yang berasal dari nama tempat.



Catatan:

Gadolinium (Gd, 64) dinamai dari mineral gadolinit, berasal dari ahli kimia dan geolog Finlandia Johan Gadolin.
Samarium (Sm, 62) dinamai dari mineral samarskit, berasal dari petugas tambang Rusia Kolonel Samarski Unsur kimia yang berasal dari nama tempat

· Berikut adalah daftar unsur kimia yang namanya berasal dari nama tempat.
amerisium - Amerika

berkelium - kota Berkeley, California, dimana terdapat University of California
kalifornium - negara bagian California dan University of California, Berkeley
tembaga (cuprum) kemungkinan dinamai setelah Siprus
darmstadtium - Darmstadt, Jerman
dubnium - Dubna, Rusia
erbium - Ytterby, Swedia
europium - Eropa
fransium - Perancis
galium - gallia, Bahasa Latin untuk Perancis.
germanium - Jerman
hafnium - hafnia, Bahaa Latin untuk Kopenhagen
hassium - Hesse, Jerman
holmium - holmia, Bahasa Latin untuk Stockholm
lutetium - lutetia, Bahasa Latin untuk Paris
magnesium - Prefektur Magnesia di Thessaly, Yunani
polonium - Polandia
rhenium - rhenus, Bahasa Latin untuk Rhine
ruthenium - Ruthenia
skandium - scandia, Bahasa Latin untuk Skandinavia
strontium - Strontian, Skotlandia
terbium - Ytterby, Swedia
tulium - Thule, pulau mitos di utara Eropa, kemungkinan Skandinavia
iterbium - Ytterby, Swedia
itrium - Ytterby, Swedia

Catatan: Kota Ytterby di Swedia diabadikan dalam empat nama unsur: Erbium, Terbium, Iterbium dan Itrium.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Penamaan Tabel Periodik Unsur Kimia


Tabel periodik unsur-unsur kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia dalam bentuk tabel. Unsur-unsur tersebut diatur berdasarkan struktur elektronnya sehingga sifat kimia unsur-unsur tersebut berubah-ubah secara teratur sepanjang tabel. Setiap unsur didaftarkan berdasarkan nomor atom dan lambang unsurnya.
Tabel periodik standar memberikan informasi dasar mengenai suatu unsur. Ada juga cara lain untuk menampilkan unsur-unsur kimia dengan memuat keterangan lebih atau dari persepektif yang berbeda.
Sejarah
Tabel periodik pada mulanya diciptakan tanpa mengetahui struktur dalam atom: jika unsur-unsur diurutkan berdasarkan massa atom lalu dibuat grafik yang menggambarkan hubungan antara beberapa sifat tertentu dan massa atom unsur-unsur tersebut, akan terlihat suatu perulangan atau periodisitas sifat-sifat tadi sebagai fungsi dari massa atom. Orang pertama yang mengenali keteraturan tersebut adalah ahli kimia Jerman, yaitu Johann Wolfgang Döbereiner, yang pada tahun 1829 memperhatikan adanya beberapa triade unsur-unsur yang hampir sama.
Beberapa triade
Unsur Massa atom Kepadatan
Klorin 35,5 0,00156 g/cm3
Bromin 79,9 0,00312 g/cm3
Iodin 126,9 0,00495 g/cm3

Kalsium 40,1 1,55 g/cm3
Stronsium 87,6 2,6 g/cm3
Barium 137 3,5 g/cm3

Temuan ini kemudian diikuti oleh ahli kimia Inggris, yaitu John Alexander Reina Newlands, yang pada tahun 1865 memperhatikan bahwa unsur-unsur yang bersifat mirip ini berulang dalam interval delapan, yang ia persamakan dengan oktaf musik, meskipun hukum oktaf-nya diejek oleh rekan sejawatnya. Akhirnya, pada tahun 1869, ahli kimia Jerman Lothar Meyer dan ahli kimia Rusia Dmitry Ivanovich Mendeleyev hampir secara bersamaan mengembangkan tabel periodik pertama, mengurutkan unsur-unsur berdasarkan massanya. Akan tetapi, Mendeleyev meletakkan beberapa unsur menyimpang dari aturan urutan massa agar unsur-unsur tersebut cocok dengan sifat-sifat tetangganya dalam tabel, membetulkan kesalahan beberapa nilai massa atom, dan meramalkan keberadaan dan sifat-sifat beberapa unsur baru dalam sel-sel kosong di tabelnya. Keputusan Mendeleyev itu belakangan terbukti benar dengan ditemukannya struktur elektronik unsur-unsur pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Golongan
Kolom dalam tabel periodik disebut golongan. Ada 18 golongan dalam tabel periodik baku. Unsur-unsur yang segolongan mempunyai konfigurasi elektron valensi yang mirip, sehingga mempunyai sifat yang mirip pula.
Ada tiga sistem pemberian nomor golongan. Sistem pertama memakai angka Arab dan dua sistem lainnya memakai angka Romawi. Nama dengan angka Romawi adalah nama golongan yang asli tradisional. Nama dengan angka Arab adalah sistem tatanama baru yang disarankan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Sistem penamaan tersebut dikembangkan untuk menggantikan kedua sistem lama yang menggunakan angka Romawi karena kedua sistem tersebut membingungkan, menggunakan satu nama untuk beberapa hal yang berbeda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS